BANJARNEGARA, DiengPost.com – Ratusan hektar sawah produktif di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terancam gagal panen setelah tanggul irigasi sekunder di Desa Gemuruh jebol. Kerusakan parah pada saluran irigasi membuat pasokan air ke lahan pertanian warga terputus total.
Tanggul yang jebol diperkirakan memiliki panjang sekitar 50 meter. Tanah urugan di sekitar lokasi juga ambles hingga kedalaman kurang lebih 20 meter sehingga kerusakan dinilai cukup parah.
Akibat kondisi tersebut, distribusi air menuju area persawahan warga langsung terhenti. Petani kini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengolah lahan di awal musim tanam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi tanggul yang jebol cukup parah karena tanah urugan ambles cukup dalam, sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sederhana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso.
Saluran irigasi tersebut diketahui merupakan peninggalan zaman Belanda yang hingga kini masih menjadi sumber pengairan utama bagi lahan pertanian warga di wilayah Kecamatan Bawang.
Irigasi sekunder itu mengaliri area pertanian di Desa Gemuruh, Masaran Serang hingga sebagian wilayah Mantrianom. Sedikitnya 161 hektar sawah produktif sangat bergantung pada aliran air dari saluran tersebut.
“Saluran ini menjadi sumber pengairan utama untuk ratusan hektar sawah warga di beberapa wilayah,” ujarnya.
Penulis : Hamdan
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















